Inspirasi

Follow by Email

Intan Dituntut Multi Talenta

Post by On Monday, September 03, 2018




TERJUN ke dunia panggung hiburan zaman sekarang ini tak melulu mengandalkan para ayu dan tubuh aduhai. Sekali kelebihan yang diberikan Tuhan itu cacat atau dimakan usia, maka panggung hiburan akan pergi dengan sendirinya, termasuk para penggemar. Beda bila seniman yang terjun di dunia entertaimen ini bersikap profesional membekali diri dengan segudang keahlian. Maka skill itulah yang bakal menolong saat selebritis tersebut saat tersudut di ruang sempit.
Filosofi semacam ini terus dipegang sosok yang bernama lengkap Intan Winda Kurnia Wardani. Selagi masih muda, lajang mahasiswa Seni Tari semester 6 ISI Surakarta terus menempa kemampuan, baik itu menari, bermusik, bahkan menjadi model. Di sela-selanya menimba ilmu, gadis yang akrab dipanggil Intan ini terus berlatih mengasah kemampuan.
Putri pasangan Darmin-Sri Winarti tak segan-segan ngangsu kaweruh langsung kepada senior atau seniman di Kota Bengawan. 
Silahkan baca : Macrame Lukitri Ernarayani Terbang Sampai Dubai
Di tempatnya berorganisasi yakni di -Seniman Remaja Sriwedari dan Ketoprak Srawung Museum Radya Pustaka Surakarta menjadi tempatnya berguru.
"Sehari bisa 4-5 jam berlatih menari atau tarik suara. Saya juga berguru kepada senior. Saya yakin bila mampu memaksimalkan dua kemampuan ini kelak bisa menjadi mata pencaharian," tuturnya.
Dara kelahiran Solo, 26 juli 1995 ini menuturkan, berbagi waktu antara kuliah, berlatih dan manggung bukanlah hal sederhana. Ia harus pandai-pandai membagi waktu agar jadwal berjalan mulus. Namun, ketika badan tak mampu bertahan, dan jatuh sakit datang, Ia pun bertekuk lutut dan beristirahat penuh di atas ranjang. "Seluruh jadwal berlatih, orderan menyanyi atau menari harus di-cancel, mau apa lagi kalau sakit," bebernya. 
intan-winda2

Sosok asli Semarang tapi dibesarkan di Solo mengaku sering diminta EO untuk manggung. Semacam menjadi penari pembukaan Bank BI Cabang Surakarta, atau menari dipembukaan ASEAN Para Games, serta menjadi maskot Solo Polah di karnaval pembangunan. "Semua itu dilakukan untuk menimba pengalaman, mengasah mental dan menambah jam terbang." 
Sosok yang pernah menjadi toko asesori terkenal di Solo ini mengungkapkan, menguri-uri budaya Jawa adalah cita-citanya sekaligus melanjutkan impian kedua orang tua yang juga bergelut di bidang sama. Namun ternyata cita-citanya sederhana saja yakni menjadi PNS. "Ya jadi abdi negara dan juga menjalankan profes seniman. Doakan, semoga terkabulkan," ucapnya terkekeh. (*/)
Simak pula : Karya Bermotif Abstrak Titi Setiawati Digandrungi Tua-Muda

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »