Contact Form

Name

Email *

Message *

Blog Archive

Popular Posts

Kunjungi Website Kami

Kategori

Total Pageviews

Jaga Ketahanan Fisik, Anggota Kodim 0728/Wonogiri Laksanakan Hanmars

Post by On Wednesday, October 23, 2019


WONOGIRI, Wartosolo.net  - Guna memelihara ketahanan fisik dan jiwa Korsa (korp satuan) prajurit, Komando Distrik Militer (Kodim) 0728/Wonogiri menggelar kegiatan ketahanan mars (Hanmars) yang diikuti ratusan personel yang dilaksanakan disekitaran stadion pringgodani, Selasa(22/10).
Sebelum melaksanakan kegiatan Hanmars, anggota Kodim 0728/Wonogiri melaksanakan pengecekan kesehatan oleh anggota Klinik Pratama Kartika-28 Kodim Wonogiri, setelah itu dipimpin oleh Batiops seluruh anggota melaksanakan senam peregangan.
Pasiops Lettu Inf Toto Mardoyo menyampaikan, Hanmars merupakan bagian dari pembinaan jasmani Militer (Binjasmil) yang merupakan salah satu materi dari agenda rutin akhir bulan atau yang dikenal dengan Minggu Militer.
Minggu Militer merupakan agenda satuan, yang rutin dilaksanakan pada setiap bulan. Tujuanya agar para prajujrit TNI tetap terjaga kemapuan olah keprajuritan maupun kesegaran jasmani yang tak kalah penting adalah moril semangat serta jiwa Korsa sebagai anggota TNI.
Selain itu, kegiatan Minggu Militer ini dapat menunjang kegiatan sehari-hari para prajurit, walaupun sebagai satuan komando kewilayahan (Satkowil) sebagian besar personelnya adalah Babinsa yang setiap saat terjun dalam tugas kewilayahan, tidak boleh melupakan kemampuan dasar keprajuritan sehingga perlu di asah setiap saat," tuturnya.
"Latihan Hanmars, bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan fisik bagi seluruh anggota Kodim 0728/Wonogiri. Dengan kondisi fisik yang sehat dan prima akan membuat setiap prajurit dapat melaksanakan tugas sehari-hari dengan baik," pungkasnya.(Pendim 0728/Wng).

Hindari Kendala Saat Digunakan, BaFourier Pimpin Pemeliharaan Senjata

Post by On Wednesday, October 23, 2019

WONOGIRI,Wartosolo.net  – Pemeliharaan dan pembersihan alutsista (alat utama sistem persenjataan) sudah seharusnya dilakukan, terlebih setelah melaksanakan menembak triwulan IV kondisi senjata yang digunakan sudah tentu harus dibersihkan secara teliti, Selasa(22/10).

Dengan dipimpin Bintara Fourir Kodim Wonogiri Sertu Kusnadi bersama dengan anggota Kodim 0728/Wonogiri membersihkan secara teliti dan detail, “Walaupun setiap selesai melaksanakan kegiatan dengan menggunakan senjata sudah di bersihkan, namun kita JUGA harus membersihkan ulang sampai bagian terdalamnya”, ujarnya.

Bintara Fourier menambahkan, bahwa pembersihan senjata adalah rutinitas, tidak hanya pada saat akan melaksanakan latihan saja.

Kapoktuud Kodim 0728/Wonogiri Pelda Kawit menyampaikan, pembersihan dan pemeliharaan senjata secara berkala bertujuan agar senjata mencapai usia pakai lama dan selalu siap untuk digunakan jika dibutuhkan, termasuk latihan menembak. Selain membersihkan bagian luar dari senjata tersebut, kami juga merawat bagian dalam senjata untuk menghindarkan macet/malfungsi pada saat nanti digunakan, (Pendim 0728/Wng).

Serka Ratno Jabat Dan Up Pada Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2019 Kecamatan Giriwoyo

Post by On Wednesday, October 23, 2019


WONOGIRI,Wartosolo.net  – Selasa (22/10), telah dilaksanakan kegiatan upacara peringatan hari Santri yang dilaksanakan serentak diseluruh daerah, Kecamatan Giriwoyo melaksanakan upacara peringatan Hari Santri bertempat di halaman Pendopo Kecamatan Giriwoyo, bertindak selaku Inspektur Upacara Camat Giriwoyo H. Sariman. S.Sos., MM, Dan Up Serka Ratno dan Pa Up Serka Slamet.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat H. Sariman, S.Sos., MM, Danramil 08/Giriwoyo diwakili Serma Ferdian Arief W, anggota Polsek diwakili Aiptu Lukmanto, Kepala Dinas/Instansi Kec. Giriwoyo, Kades/Lurah se-Kec. Giriwoyo, Kepala SMP/MTs/SMA/SMK Kec. Giriwoyo, Ketua Ormas se-Kec. Giriwoyo, Penyuluh Agama Islam Non PNS Giriwoyo, Siswa/Siswi SMK PS 11 Giriwoyo.
Camat selaku Inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Agama RI pada Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2019, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan tersebut merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berfatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sejak hari Santri ditetapkan pada tahun 2015, kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan Thema yang berbeda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung Thema 'Dari Pesantren Untuk Indonesia" tahun 2107 " Wajah Pesantren Wajah Indonesia" tahun 2018 " Bersama Santri Damailah Negeri". Untuk tahun 2019 mengusung Thema " Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia". Isi perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya Pesantren adalah Laboratorium Perdamaian.
Setidaknya ada 9 alasan dan dasar mengapa Pesantren layak disebut Laboratorium Perdamaian yaitu Kesadaran harmoni dan berbangsa. Mengaji dan mengkaji. Para santri biasa diajarkan untuk Khidmah (Pengabdian). Pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri. Gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di Pesantren.
Lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal yang remeh sampai yang serius. Merawat Khazanah kearifan lokal. Prinsip Maslahat (Kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh Bu kalangan pesantren. Penanaman spiritual.
Disamping alasan Pesantren sebagai Laboratorium Perdamaian, keterpilihan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB sejak tanggal 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020, dimana Bargaining Position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata, menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia agar turut berperan aktif dan terdepan mengemban misi dan menyampaikan pesan -pesan perdamaian di dunia Internasional, (Pendim 0728/Wng).

Jajaran Forkopimcan se-Kabupaten Wonogiri Gelar Upacara HSN

Post by On Wednesday, October 23, 2019


WONOGIRI,Wartosolo.net - Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019 digelar di beberapa Kecamatan se-Kebupaten Wonogiri,seperti yang berlangsung di lapangan mini Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri, Selasa (22/10/19).
Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019 mengusung tema, “Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”.
Hadir dalam Kegiatan Tersaebut Camat Ngadirojo Drs Agus hendradi MM. Danramil 03/Ngadirojo yang di wakili Pelda Sugiharto. Kapolsek Ngadirojo yang di wakili Iptu Askuri. Kepala Desa/lurah se-Kec.Ngadirojo. Kepala SD,SMP,MTS,SMK se-Kec. Ngadirojo. Ketua BKAD Kec. Ngadirojo Ketua Ormas se-Kec. Ngadirojo. Undangan dan Peserta Upacara lebih kurang 350 Orang.
Camat Ngadirojo Drs Agus hendradi MM. selaku inspektur upacara membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia mengatakan, Presiden Joko Widodo melalui keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari Santri Nasional.
Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya Pesantren adalah laboratorium perdamaian.Ada sembilan fakta mengapa pesantren layak dan disebut sebagai laboratorium perdamaian.
Pertama, kesadaran harmoni dan berbangsa. Kedua, Metode mengaji dan mengkaji.
Ketiga, para santri bisa diajarkan untuk khidmah (pengabdian) Keempat, pendidikan kemandirian, kerjasama dan saling membantu dikalangan santri. Kelima, gerakan Komunitas seni sastra tumbuh subur di pesantren.
Keenam, lahirnya beragam kelompok diskusi dalam kelompok kecil maupun besar.
Ketujuh, merawat khasanah kearifan lokal. Kedelapan, prinsip maslahat (kepentingan umum) diutamakan. Kesembilan, penanaman tidak hanya masalah hukum Islam, tetapi meliputi santri yang selalu bersih hati.
Diakhir amanatnya Menteri agama Republik Indonesia menegaskan bahwa, “kita wajib bersyukur karena dalam peringatan hari santri nasional tahun 2019 ini terasa lebih istimewa dengan hadirnya Undang-undang nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren.”Dengan adanya undang-undang ini negara hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi dan fasilitasi kepada pesantren dengan tetap menjaga dan menjunjung tinggi keikhlasan dan kemandirian,” tegasnya.
“Selamat Hari Santri Nasional tahun 2019, Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia,” pungkasnya. (Pendim 0728/Wng)

Demi Kelancaran Jalannya Upacara, Babinsa Bulusari Beri Pelatihan TUB

Post by On Wednesday, October 23, 2019


WONOGIRI,Wartosolo.net  - Babinsa Kelurahan Bulusari Koramil 22/Slogohimo Kodim 0728/Wonogiri Koptu Awaludin memberikan pelatihan TUB (Tata Upacara Bendera) dalam rangka memperingati hari Santri Nasional kepada petugas pengibar bendera bertempat di halaman MI Al Uswah Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wo nogiri. Senin (21/10) kemarin.

Pelatihan ini dilakukan agar kegiatan upacara bendera yang dilaksanakan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Salah satu yang menjadi fokus utama dalam latihan hari ini adalah tentang tata cara menaikan Bendera Merah Putih.

Pelaksanaan upacara harus berjalan dengan khidmat, oleh karena itu kami hari ini melatih anggota banser tentang pelaksanaan upacara Bendera. Hal ini sangat perlu diajarkan agar nantinya pada saat pelaksanaan pengibaran Bendera dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah MI Al Uswah Kec Slogohimo Purwanti S.Pd Ketua Ansor Kec Slogohimo Srimulyono S.Pd.i. Ketua Banser Kec Slogohimo Joko Gajah. Perwakilan Siswa Siswi MI Al Uswah Slogohimo. (Pendim 0728/Wng)

Babinsa Koramil Slogohimo Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional

Post by On Wednesday, October 23, 2019


WONOGIRI,Wartosolo.net  - Bertempat di Halaman MI Al Uswah Kecamatan Slogohimo, telah berlangsung kegiatan Upacara Bendera Dalam Rangka Hari Santri Nasional Tanggal 22 Oktober 2019. Selasa (21/10/19).

Hadir dalam kegiatan tersebut.Camat Slogohimo Khamid Wijaya. Sekcam Slogohimi Sarosa. Danramil 22/Slogohimo Kpt A Yadiman yang di Wakili Babinsa Serma Muslimin. Ketua KUA Slogohimo Di wakili Staf Senianto. Babinsa Kel Bulusari Koptu Awaludin. Kepala Kelurahan Bulusari Bp Mulyono. Kepala UPTD Puskesmas SlogohimoDi wakili Ibu Ira Sarmanti. AMd. Keb. Kepala Desa Sekecamatan Slogohim. Kepala Sekolah MI Al Uswah Ibu Purwanti S.Pd. Ketua Ansor Kec Slogohimo Bp Sri Mulyono S.Pd. Ketua Banser Kec Slogohimo Joko Gajah. Perwakilan Para Santri dan Santri Wati Seluruh Kec Slogohimo Di hadiri sebayak kurang lebih 600 Orang

Inti dari Amanat Mentri Agama Republik Indonesiayang bacakan Camat Slogohimo selaku pembina upacara. Bahwa kita patut bersyukur karena dengan peringatan hari santri Nasional Th 2019 terasa istimewa dengan hadirnya UU Nomor 8 Th 2019 Tentang Pesantren.

Ini Memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan akan tetapi juga fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat.

Dengan adanya UU ini negara hadir memberikan rekognisi, afirmasi dan fasilitas kepada pesantren demgan tetap menjaga kekhasan dan kemandirian, dan juga dengan UU ini Pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan pendidikan yang lain. (Pendim 0728/Wng)

Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia

Post by On Tuesday, October 22, 2019

KARANGANYAR, Wartosolo.net - Kepala Staf Kodim 0727/Karanganyar Mayor Inf Suwarko mewakili Komandan Kodim Letkol Inf Andi Amin Latama, S.Sos., menghadiri upacara peringatan hari Santri Nasional tahun 2019, bertempat di halaman Kantor Bupati Kabupaten Karanganyar, Selasa pagi (22/10).

Pada Upacara peringatan hari Santri Nasional tahun 2019 kali ini, Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar H. Rober Christanto, SE., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sedangkan Perwira Upacara dijabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa & Politik Agus Cipto Waluyo, S.H., M.T. Hari Santri kali ini mengusung tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia". 

Adapun sambutan yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, “Dalam suasana hari santri tanggal 22 Oktober 2019, mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, semoga Rahmat berkah dan perlindungannya senantiasa menyertai kita semuanya. Saudara-saudara sekalian, Presiden Joko Widodo melalui putusan Presiden Nomor 22 tahun 2015, telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri. Tanggal 22 Oktober merujukkan mencetuskannya revolusi jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad, untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia ini. Kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang kita peringati sebagai hari Pahlawan. Hari santri ditetapkan tahun 2015. 

Kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahun dengan tema yang berbeda, secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema dari santri untuk Indonesia, tahun 2017 wajah Pesantren wajah Indonesia dan tahun 2018 Bersama santri Damailah Negeri. Meluruskan tema tahun 2018, hari santri 2019 mengusung tema Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia. Perdamaian dunia diangkat dari fakta bahwa sejatinya Pesantren adalah labothorium perdamaian.

Sebagai laboratorium perdamaian, Pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam, rahmatan lilalamin, Rahmat ramah dan modern. Di dalam beragama sikap mendarat di dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural, dan multikultural dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia,”pungkasnya.

(Tr-Pendim 0727/Kra)

Membentuk Karakter Prajurit Melalui PBB

Post by On Monday, October 21, 2019


KARANGANYAR,Wartosolo.net  - Pagi ini Anggota Kodim 0727/Karanganyar khususnya yang Militer, kembali mengasah kemampuanya. Kemampuan yang diasah diantaranya adalah PBB (Peraturan Baris Berbaris). Meskipun kegiatan semacam ini sudah sering dilaksanakan, namun seluruh Anggota sangatlah antusias di dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Mungkin mereka sadar, bahwa dengan berlatih PBB dapat membentuk karakter bagi seorang Prajurit. Latihan PBB tersebut dilaksanakan setelah pelaksanaan apel pagi selesai. Latihan dilaksanakan di lapangan Makodim, Senin (21/10).

Latihan PBB kali ini dipimpin langsung oleh Perwira Sandi (Pasandi) Letda Inf Parjo selaku penyampai materi, dan didampinggi oleh Bintara Tinggi Operasi Pelda Sunardin. "Profesionalitas Prajurit dapat dilihat dari sikap, disiplin, loyalitas serta militansi yang ditunjukan dalam kesehariannya. Selain itu latihan PBB juga bagian dari pemeliharaan disiplin Prajurit, sekaligus untuk membentuk karakter, serta mental seorang Prajurit", ungkap Parjo.

Pada kesempatan itu Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama, S.Sos., melalui Pasandi menambahkan, “Bahwa kegiatan latihan PBB ini memang sudah rutin dilaksanakan oleh Prajurit Kodim Karanganyar. Bukan hanya saat pelaksanaan kegiatan Minggu Militer saja. Akan tetapi sudah rutin dilaksanakan usai pelaksanaan upacara bendera tiap hari senin. Hal tersebut sebagai upaya untuk melatih, serta membina dan meningkatkan kedisiplinan. Baik perorangan maupun tingkat satuan, guna membentuk prajurit yang profesional dan displin dalam mengemban tugas dilapangan maupun di desa binaanya,”imbuhnya.

(Tr-Pendim 0727/Kra)

Latihan M5 Guna Meningkatkan Naluri Tempur Prajurit

Post by On Monday, October 21, 2019


KARANGANYAR,Wartosolo.net  – Untuk mengisi kegiatan Minggu Militer pada Triwulan akhir, tepatnya di bulan Oktober. Prajurit Kodim 0727/Karanganyar kembali mengasah kemampuanya tentang materi M5. Disamping itu, materi tersebut merupakan jadwal latihan yang telah diberikan dari Komando atas. Materi M5 yang di maksud yaitu Menghilang, Mecari perlindungan, Meninjau, Membidik dan Menembak saat menghadapi musuh di daerah operasi. Latihan tersebut dilaksanakan di lapangan Apel Makodim, Senin pagi (21/10/19).

Bintara Seksi Operasi Serka Suprapto yang ditunjuk selaku penyampai materi. Dalam menyampaikannya cukup jelas dan mudah dipahami", ungkap salah satu Anggota. Materi yang disampaikan meliputi pelaksanaan M5 yang  benar. Sebelum menunjuk dua orang anggota untuk memperagakan teknik M5, Serka Suprapto terlebih dahulu menjelaskan tentang tata cara bagaimana pemegangan senjata yang benar, pada saat melaksanakan patroli. Menurutnya, latihan M5 ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan setiap personelnya pada saat melaksanakan tugas di daerah operasi.

“Kami berharap kepada seluruh anggota Kodim 0727/Karanganyar, tidak hanya mahir di dalam menembak, akan tetapi juga mahir dalam melakukan M5. Oleh karenanya, mari kita gunakan kesempatan latihan ini dengan sebaik-baiknya", ungkap Dandim Letkol Inf Andi Amin Latama, S.Sos., melalui Basiops.

(Tr-Pendim 0727/Kra)